Tuesday, May 11, 2004
hmm...well....a bit bizi dis dayz....
Tapi masi sempet juga surf da net.then.... gw nemuin tulisan tentang wanita.singkat..padat...berisi banged deehh...
"Kaum hawa dicipta dari rusuk Adam, bukan dari kepalanya untuk dijadikan atasnya, bukan dari kakinya untuk dijadikan alasnya, melainkan dari sisinya, untuk dijadikan teman hidupnya, dekat pada lengannya untuk dilindungi dan dekat pada hatinya untuk dicintai...."
Dalem bangeedd......
Smoga aja kaum hawa selalu bisa memposisikan dirinya agar bisa dilindungi dan bisa dicintai kaum adam...
njiiiieeehh...ameeeeenn.....
hehehehee
Tapi masi sempet juga surf da net.then.... gw nemuin tulisan tentang wanita.singkat..padat...berisi banged deehh...
"Kaum hawa dicipta dari rusuk Adam, bukan dari kepalanya untuk dijadikan atasnya, bukan dari kakinya untuk dijadikan alasnya, melainkan dari sisinya, untuk dijadikan teman hidupnya, dekat pada lengannya untuk dilindungi dan dekat pada hatinya untuk dicintai...."
Dalem bangeedd......
Smoga aja kaum hawa selalu bisa memposisikan dirinya agar bisa dilindungi dan bisa dicintai kaum adam...
njiiiieeehh...ameeeeenn.....
hehehehee
Thursday, May 06, 2004
SEDIKIT RENUNGAN BUAT KITA2 YANG MASIH MUDA.........
Suatu hari seorang teman saya pergi ke rumah orang jompo atau lebih
terkenal dengan sebutan panti werdha bersama dengan teman-temannya.
Kebiasaan ini mereka lakukan untuk lebih banyak mengenal bahwa akan lebih
membahagiakan kalau kita bisa berbagi pada orang-orang yang kesepian dalam
hidupnya.
Ketika teman saya sedang berbicara dengan beberapa ibu-ibu tua, tiba-tiba
mata teman saya tertumpu pada seorang opa tua yang duduk menyendiri sambil
menatap kedepan dengan tatapan kosong. Lalu sang teman mencoba mendekati
opa itu dan mencoba mengajaknya berbicara. Perlahan tapi pasti sang opa
akhirnya mau mengobrol dengannya sampai akhirnya si opa menceritakan kisah
hidupnya.
Si opa memulai cerita tentang hidupnya sambil menghela napas panjang.
Sejak masa muda saya menghabiskan waktu saya untuk terus mencari usaha yang
baik untuk keluarga saya, khususnya untuk anak-anak yang sangat saya
cintai. Sampai akhirnya saya mencapai puncaknya dimana kami bisa tinggal
dirumah yang sangat besar dengan segala fasilitas yang sangat bagus.
Demikian pula dengan anak-anak saya, mereka semua berhasil sekolah sampai
keluar negeri dengan biaya yang tidak pernah saya batasi. Akhirnya mereka
semua berhasil dalam sekolah juga dalam usahanya dan juga dalam
berkeluarga.
Tibalah dimana kami sebagai orangtua merasa sudah saatnya pensiun dan
menuai hasil panen kami. Tiba-tiba istri tercinta saya yang selalu setia
menemani saya dari sejak saya memulai kehidupan ini meninggal dunia karena
sakit yang sangat mendadak. Lalu sejak kematian istri saya tinggallah saya
hanya dengan para pembantu kami karena anak-anak kami semua tidak ada yg
mau menemani saya karena mereka sudah mempunyai rumah yang juga besar.Hidup
saya rasanya hilang, tiada lagi orang yang mau menemani saya setiap saat
saya memerlukan nya.
Tidak sebulan sekali anak-anak mau menjenguk saya ataupun memberi kabar
melalui telepon. Lalu tiba-tiba anak sulung saya datang dan mengatakan
kalau dia akan menjual rumah karena selain tidak effisien juga toh saya
dapat ikut tinggal dengannya. Dengan hati yang berbunga saya menyetujuinya
karena toh saya juga tidak memerlukan rumah besar lagi tapi tanpa ada
orang-orang yang saya kasihi di dalamnya. Setelah itu saya ikut dengan anak
saya yang sulung.
Tapi apa yang saya dapatkan ? setiap hari mereka sibuk sendiri-sendiri dan
kalaupun mereka ada dirumah tak pernah sekalipun mereka mau menyapa saya.
Semua keperluan saya pembantu yang memberi. Untunglah saya selalu hidup
teratur dari muda maka meskipun sudah tua saya tidak pernah sakit2an.
Lalu saya tinggal dirumah anak saya yang lain. Saya berharap kalau saya
akan mendapatkan sukacita didalamnya, tapi rupanya tidak. Yang lebih
menyakitkan semua alat-alat untuk saya pakai mereka ganti, mereka
menyediakan semua peralatan dari kayu dengan alasan untuk keselamatan saya
tapi sebetulnya mereka sayang dan takut kalau saya memecahkan alat-alat
mereka yang mahal-mahal itu. Setiap hari saya makan dan minum dari
alat-alat kayu atau plastik yang sama dengan yang mereka sediakan untuk para
pembantu dan anjing mereka. Setiap hari saya makan dan minum sambil
mengucurkan airmata dan bertanya dimanakah hati nurani mereka?
Akhirnya saya tinggal dengan anak saya yang terkecil, anak yang dulu sangat
saya kasihi melebihi yang lain karena dia dulu adalah seorang anak yang
sangat memberikan kesukacitaan pada kami semua. Tapi apa yang saya
dapatkan? Setelah beberapa lama saya tinggal disana akhirnya anak saya dan
istrinya mendatangi saya lalu mengatakan bahwa mereka akan mengirim saya
untuk tinggal di panti jompo dengan alasan supaya saya punya teman untuk
berkumpul dan juga mereka berjanji akan selalu mengunjungi saya. Sekarang
sudah 2 tahun saya disini tapi tidak sekalipun dari mereka yang datang untuk
mengunjungi saya apalagi membawakan makanan kesukaan saya.
Hilanglah semua harapan saya tentang anak-anak yang saya besarkan dengan
segala kasih sayang dan kucuran keringat. Saya bertanya-tanya mengapa
kehidupan hari tua saya demikian menyedihkan padahal saya bukanlah orangtua
yang menyusahkan, semua harta saya mereka ambil. Saya hanya minta sedikit
perhatian dari mereka tapi mereka sibuk dengan diri sendiri. Kadang saya
menyesali diri mengapa saya bisa mendapatkan anak-anak yang demikian buruk.
Masih untung disini saya punya teman-teman dan juga kunjungan dari
sahabat - sahabat yang mengasihi saya tapi tetap sayamerindukan anak-anak
saya. Sejak itu teman saya selalu menyempatkan diri untuk datang kesana dan
berbicara dengan sang opa.
Lambat laun tapi pasti kesepian di mata sang opa berganti dengan keceriaan
apalagi kalau sekali-sekali teman saya membawa serta anak-anaknya untuk
berkunjung. Sampai hatikah kita membiarkan para orangtua kesepian dan
menyesali hidupnya hanya karena semua kesibukan hidup kita. Bukankah suatu
haripun kita akan sama dengan mereka, tua dan kesepian ?
When is the last time you chat to your parent ?
THEY NEED YOU !
Suatu hari seorang teman saya pergi ke rumah orang jompo atau lebih
terkenal dengan sebutan panti werdha bersama dengan teman-temannya.
Kebiasaan ini mereka lakukan untuk lebih banyak mengenal bahwa akan lebih
membahagiakan kalau kita bisa berbagi pada orang-orang yang kesepian dalam
hidupnya.
Ketika teman saya sedang berbicara dengan beberapa ibu-ibu tua, tiba-tiba
mata teman saya tertumpu pada seorang opa tua yang duduk menyendiri sambil
menatap kedepan dengan tatapan kosong. Lalu sang teman mencoba mendekati
opa itu dan mencoba mengajaknya berbicara. Perlahan tapi pasti sang opa
akhirnya mau mengobrol dengannya sampai akhirnya si opa menceritakan kisah
hidupnya.
Si opa memulai cerita tentang hidupnya sambil menghela napas panjang.
Sejak masa muda saya menghabiskan waktu saya untuk terus mencari usaha yang
baik untuk keluarga saya, khususnya untuk anak-anak yang sangat saya
cintai. Sampai akhirnya saya mencapai puncaknya dimana kami bisa tinggal
dirumah yang sangat besar dengan segala fasilitas yang sangat bagus.
Demikian pula dengan anak-anak saya, mereka semua berhasil sekolah sampai
keluar negeri dengan biaya yang tidak pernah saya batasi. Akhirnya mereka
semua berhasil dalam sekolah juga dalam usahanya dan juga dalam
berkeluarga.
Tibalah dimana kami sebagai orangtua merasa sudah saatnya pensiun dan
menuai hasil panen kami. Tiba-tiba istri tercinta saya yang selalu setia
menemani saya dari sejak saya memulai kehidupan ini meninggal dunia karena
sakit yang sangat mendadak. Lalu sejak kematian istri saya tinggallah saya
hanya dengan para pembantu kami karena anak-anak kami semua tidak ada yg
mau menemani saya karena mereka sudah mempunyai rumah yang juga besar.Hidup
saya rasanya hilang, tiada lagi orang yang mau menemani saya setiap saat
saya memerlukan nya.
Tidak sebulan sekali anak-anak mau menjenguk saya ataupun memberi kabar
melalui telepon. Lalu tiba-tiba anak sulung saya datang dan mengatakan
kalau dia akan menjual rumah karena selain tidak effisien juga toh saya
dapat ikut tinggal dengannya. Dengan hati yang berbunga saya menyetujuinya
karena toh saya juga tidak memerlukan rumah besar lagi tapi tanpa ada
orang-orang yang saya kasihi di dalamnya. Setelah itu saya ikut dengan anak
saya yang sulung.
Tapi apa yang saya dapatkan ? setiap hari mereka sibuk sendiri-sendiri dan
kalaupun mereka ada dirumah tak pernah sekalipun mereka mau menyapa saya.
Semua keperluan saya pembantu yang memberi. Untunglah saya selalu hidup
teratur dari muda maka meskipun sudah tua saya tidak pernah sakit2an.
Lalu saya tinggal dirumah anak saya yang lain. Saya berharap kalau saya
akan mendapatkan sukacita didalamnya, tapi rupanya tidak. Yang lebih
menyakitkan semua alat-alat untuk saya pakai mereka ganti, mereka
menyediakan semua peralatan dari kayu dengan alasan untuk keselamatan saya
tapi sebetulnya mereka sayang dan takut kalau saya memecahkan alat-alat
mereka yang mahal-mahal itu. Setiap hari saya makan dan minum dari
alat-alat kayu atau plastik yang sama dengan yang mereka sediakan untuk para
pembantu dan anjing mereka. Setiap hari saya makan dan minum sambil
mengucurkan airmata dan bertanya dimanakah hati nurani mereka?
Akhirnya saya tinggal dengan anak saya yang terkecil, anak yang dulu sangat
saya kasihi melebihi yang lain karena dia dulu adalah seorang anak yang
sangat memberikan kesukacitaan pada kami semua. Tapi apa yang saya
dapatkan? Setelah beberapa lama saya tinggal disana akhirnya anak saya dan
istrinya mendatangi saya lalu mengatakan bahwa mereka akan mengirim saya
untuk tinggal di panti jompo dengan alasan supaya saya punya teman untuk
berkumpul dan juga mereka berjanji akan selalu mengunjungi saya. Sekarang
sudah 2 tahun saya disini tapi tidak sekalipun dari mereka yang datang untuk
mengunjungi saya apalagi membawakan makanan kesukaan saya.
Hilanglah semua harapan saya tentang anak-anak yang saya besarkan dengan
segala kasih sayang dan kucuran keringat. Saya bertanya-tanya mengapa
kehidupan hari tua saya demikian menyedihkan padahal saya bukanlah orangtua
yang menyusahkan, semua harta saya mereka ambil. Saya hanya minta sedikit
perhatian dari mereka tapi mereka sibuk dengan diri sendiri. Kadang saya
menyesali diri mengapa saya bisa mendapatkan anak-anak yang demikian buruk.
Masih untung disini saya punya teman-teman dan juga kunjungan dari
sahabat - sahabat yang mengasihi saya tapi tetap sayamerindukan anak-anak
saya. Sejak itu teman saya selalu menyempatkan diri untuk datang kesana dan
berbicara dengan sang opa.
Lambat laun tapi pasti kesepian di mata sang opa berganti dengan keceriaan
apalagi kalau sekali-sekali teman saya membawa serta anak-anaknya untuk
berkunjung. Sampai hatikah kita membiarkan para orangtua kesepian dan
menyesali hidupnya hanya karena semua kesibukan hidup kita. Bukankah suatu
haripun kita akan sama dengan mereka, tua dan kesepian ?
When is the last time you chat to your parent ?
THEY NEED YOU !
Sunday, May 02, 2004
well.....udah lama juga gak nulis² diblogger.gak kerasa udah ganti bulan.dah masuk bulan 5.yippiiii.....3 bulan lagi i'll be back 2 jakarta.aaaaaaiiiiihh....merindunya diriku...huhuuuww =D
hhmm...bulan april kemaren banyak kejadian penting.Ada ulang taon nyokap, ulang taon abang ipar gw, anniversary-nya bonyok....uuummm apalagi yak???oo iya...ada pemilu juga.semuanya berjalan cepet banged.gilaa maann...!!!gw bener² gak abis pikir... knapa pas gw udah mulai beranjak dewasa *bhihihihi ngakuwna seeggh masi abg :P waktu jalannya tiap hari makin cepet aja.tau² udah sore...tau² udah weekend...tau² udah ganti bulan..ffiiiiuuuuhhh......tp gpp.makin ceped gw jalanin hari² disini, makin cepet juga gw bakalan balik ke indo.hayaaaaahh...jakarta..!!am comiinng!...
eh iya....gw lagi suka lagu²nya radiohead...gara² dijejelin ama roomate gw.padahal gw lagi addict ama norah jones.woooaaahh...jadi tambah banyak lagi yang gw addict-in.termasuk aliran groovie jazz-na incognito ama the brand new heavies.aajjiii gileee meenn.....ternyata dunia musik gw masi dangkal banged yak???bhiahaiahaihaaiha *mengakuwii :P
anyway...gw taro salah satu lirik lagunya radiohead yang gw suka.judulna... no surprises...
aasseeeeekk.....*aneh² gituuww lirikna
A heart that's full up like a landfill
A job that slowly kills you
Bruises that won't heal
You look so tired and unhappy
Bring down the government
They don't, they don't speak for us
I'll take a quiet life
A handshake of carbon monoxide
No alarms and no surprises
No alarms and no surprises
No alarms and no surprises
Silent, silent
This is my final fit, my final bellyache with
No alarms and no surprises
No alarms and no surprises
No alarms and no surprises please
Such a pretty house, such a pretty garden
No alarms and no surprises (let me out of here)
No alarms and no surprises (let me out of here)
No alarms and no surprises please (let me out of here)
well.....gw mo nikmatin radiohead² yang laen sambil smokie und ngupi...bhihihihihi
hhmm...bulan april kemaren banyak kejadian penting.Ada ulang taon nyokap, ulang taon abang ipar gw, anniversary-nya bonyok....uuummm apalagi yak???oo iya...ada pemilu juga.semuanya berjalan cepet banged.gilaa maann...!!!gw bener² gak abis pikir... knapa pas gw udah mulai beranjak dewasa *bhihihihi ngakuwna seeggh masi abg :P waktu jalannya tiap hari makin cepet aja.tau² udah sore...tau² udah weekend...tau² udah ganti bulan..ffiiiiuuuuhhh......tp gpp.makin ceped gw jalanin hari² disini, makin cepet juga gw bakalan balik ke indo.hayaaaaahh...jakarta..!!am comiinng!...
eh iya....gw lagi suka lagu²nya radiohead...gara² dijejelin ama roomate gw.padahal gw lagi addict ama norah jones.woooaaahh...jadi tambah banyak lagi yang gw addict-in.termasuk aliran groovie jazz-na incognito ama the brand new heavies.aajjiii gileee meenn.....ternyata dunia musik gw masi dangkal banged yak???bhiahaiahaihaaiha *mengakuwii :P
anyway...gw taro salah satu lirik lagunya radiohead yang gw suka.judulna... no surprises...
aasseeeeekk.....*aneh² gituuww lirikna
A heart that's full up like a landfill
A job that slowly kills you
Bruises that won't heal
You look so tired and unhappy
Bring down the government
They don't, they don't speak for us
I'll take a quiet life
A handshake of carbon monoxide
No alarms and no surprises
No alarms and no surprises
No alarms and no surprises
Silent, silent
This is my final fit, my final bellyache with
No alarms and no surprises
No alarms and no surprises
No alarms and no surprises please
Such a pretty house, such a pretty garden
No alarms and no surprises (let me out of here)
No alarms and no surprises (let me out of here)
No alarms and no surprises please (let me out of here)
well.....gw mo nikmatin radiohead² yang laen sambil smokie und ngupi...bhihihihihi